Muktamar IX Mendatang PPP Butuh Figur Ketua Umum Pemersatu Partai

 Kawunglarang.com- PPP Butuh Figur Ketua Umum Pemersatu Partai

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) rencananya akan menggelar Muktamar IX pada akhir Desember 2020 nanti. Nantinya, dalam Muktamar partai berlambang Ka’bah ini ada agenda penting, yaitu amanat untuk   memilih Ketua Umum Baru PPP, yang kini masih di jabat Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.  

Meskipun, gelaran Muktamar IX PPP akan berlangsung sekitar dua bulan lagi, sejumlah nama sudah muncul sebagai kandidat ketua umum PPP pada Muktamar tersebut. Sejumlah nama kader PPP yang paling mencuat menjadi caketum, yaitu  Ada Suharso Manoarfa, Akhmad Muqqowam, Mardiono, Arsul Sani, Amir Uskara dan Taj Yasin. 

Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi, mengatakan sedangkan di luar kader PPP, nama-nama yang mencuat adalah Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Mantan Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno. 

Arwani menyebut, nama-nama yang muncul akan disaring pada proses selanjutnya. PPP masih terbuka dengan aspirasi kader dan masyarakat. "Toh munculnya nama nama itu disampaikan oleh kader, para pengurus, peserta Muktamar dan bahkan masyarakat, kami memaknainya sebagai sebuah sumbangsih, saran dari seluruh mereka yang mencintai PPP," tuturnya, dikutip dari liputan6.com, Jumat (30/10/2020).

Suharso Monoarfa, yang kini menjabat Plt Ketum PPP, secara terang-terangan telah mendeklarasikan saat memimpin rapat dengan DPW PPP Jawa Barat, Jumat (23/10/ 2020),  terkait Pilkada dan Muktamar PPP. 

Calon kuat lainnya datang kandidat Ketua Umum PPP adalah Mardiono, yang kini menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024 ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 137/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan dalam Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.

Mardiono dikenal politisi senior PPP. Selain politikus, pria asal Banten ini dikenal sebagai pengusaha. Pada 2017, Mardiono pernah diminta untuk maju sebagai calon gubernur Banten. Namun, saat itu ia menolaknya. “Meskipun banyak partai yang mengusungnya dan meminangnya, tetapi saya tetap berkomitmen untuk meneruskan garis perjuangan partai yang telah membesarkan saya, yaitu PPP. Sebagai kader PPP sejak lama, saya akan terus berupaya untuk memberikan kontribusi untuk membesarkan PPP,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Ketua DPW PPP Provinisi Banten.

Ia mengatakan keputusannya menerima tawaran sebagai anggota Watimpres karena ingin berkontribusi lebih banyak untuk bangsa. Ia ingin memberikan saran dan masukan kepada Presiden Joko Widodo terkait pendistribusian kebutuhan pokok masyarakat.

“Ya saya tentu juga minta izin dari partai dan itukan konsekuensi dari seorang kader di dalam satu organisasi apapun. Ketika ini kita adalah sebagai prajurit anak bangsa, kalau negara memanggil, apapun, ya kita harus siap karena ini adalah untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujar Mardiono. 

Semenatara itu, kandidat calon Ketum PPP dari eksternal PPP, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi menegaskan tidak serius, lantaran ada sejumlah ketentuan bagi calon Ketum PPP yang mana itu tak terdapat pada Sandiaga Uno.

"Kenapa kami sebut tidak cukup serius, karena tidak dibarengi langkah-langkah politik konkret. Karena syarat menjadi Ketum itu harus minimal pernah satu periode di DPP atau DPW. Dan Bang Sandi belum pernah menjadi pengurus PPP. Karena begitu, menurut Awi gagasan tersebut sulit diwujudkan. Artinya, ya susah realisasinya," ungkap Awi.

Tentunya, PPP membutuhkan sosok yang tepat untuk duduk sebagai Ketum PPP. Figur pemersatu “kapal besar” PPP sangat dibutuhkan untuk mengarungi perhelatan Pilkada 2020 dan Pilpres di tahun 2024 nanti. (PKL)

Konsultan HRD

Related

Info (nK-L) 528805143839285509

Posting Komentar

emo-but-icon

Random News

AD BANNER

HOT INFO

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item