Menembus Batas Logika: Rahasia Besar di Balik Perjalanan Malam Rasulullah SAW yang Mengubah Dunia
https://www.kawunglarang.com/2026/01/menembus-batas-logika-rahasia-besar-di.html
KAWUNGLARANG.COM - KAWUNGLARANG.COM – Tepat pada tanggal 27 Rajab, umat Islam di seluruh dunia kembali mengenang sebuah peristiwa yang hingga kini masih membuat para ilmuwan dan pemikir tertegun. Isra Miraj bukan sekadar perjalanan spiritual biasa, melainkan sebuah "lompatan kuantum" yang terjadi jauh sebelum teori fisika modern mengenal dimensi waktu.
Bagaimana mungkin dalam satu malam seorang manusia bisa menempuh jarak ribuan kilometer dan menembus tujuh lapis langit? Mari kita ulas sisi menarik dari peristiwa agung ini.
![]() |
| "Potret kemegahan Masjidil Aqsa, tempat di mana Rasulullah SAW mengimami para Nabi sebelum melakukan perjalanan Miraj." (Isra Miraj Masjidil Aqsa) |
Banyak yang bertanya, apakah Isra Miraj hanya mimpi? Mayoritas ulama menyepakati bahwa ini adalah perjalanan fisik. Isra adalah perjalanan horizontal dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Palestina), sementara Miraj adalah perjalanan vertikal menuju Sidratul Muntaha.
Bagi kita di era digital, ini adalah pengingat bahwa kekuasaan Allah SWT melampaui batas ruang dan waktu yang kita pahami.
![]() |
| "Salat dan tafakur adalah oleh-oleh abadi dari langit, sarana bagi setiap mukmin untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta tanpa sekat."(Isra Miraj Masijidil Aqsa) |
Hadiah Terindah: Perintah Salat 5 Waktu
Jika kita pulang dari perjalanan jauh membawa oleh-oleh berupa barang, Rasulullah SAW pulang membawa "oleh-oleh" yang menjadi tiang agama: Salat lima waktu.
Menariknya, perintah ini diterima langsung oleh Nabi tanpa perantara Malaikat Jibril di puncak tertinggi penciptaan. Ini menunjukkan betapa istimewanya ibadah salat sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Sang Pencipta.
Hikmah untuk Tahun 2026: Bangkit dari Kesedihan
Perlu kita ingat, Isra Miraj terjadi pada tahun yang disebut Amul Huzni (Tahun Kesedihan). Saat itu, Rasulullah baru saja kehilangan istri tercinta, Siti Khadijah, dan paman pelindungnya, Abu Thalib.
Pesan moralnya bagi pembaca Kawunglarang: Di balik setiap kesulitan dan kesedihan yang mendalam, Allah selalu menyiapkan "perjalanan besar" dan kemuliaan bagi mereka yang bersabar. Jika hari ini Anda merasa berada di titik terendah, ingatlah bahwa pertolongan dan keajaiban itu sangat dekat.
Penutup
Di tahun 2026 ini, yang bertepatan dengan tanggal 16 Januari, mari kita jadikan peringatan Isra Miraj bukan sekadar seremonial atau hari libur nasional semata. Jadikan ini momentum untuk memperbaiki kualitas salat kita. Sebab, salat adalah "Miraj"-nya orang mukmin untuk bertemu dengan Tuhannya.(Oleh Fix/Redaksi)






