Terkait Jaringan Teror Bekasi, Warga Tasik Diamankan Densus

PotretKawungLarang-PKL-Tasikmalaya, Warga Kampung Padasuka, Kelurahan Sukamajukaler, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya dihebohkan dengan penangkapan, satu keluarga di sebuah rumah kontrakan di RT.03, RW.01 kampung setempat oleh Tim Densus 88.

Warga tak menyangka keluarga tersebut diduga terlibat jaringan teroris. Pasalnya, TS dikenal sebagai sebagai ahli bekam. Sementara suaminya, HG baru saja berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta di Pabrik di kawasan BKL, Kota Tasikmalaya.


Salah seorang tetangga TS, Ehan (60) mengatakan, sejak pindah di kontrakan tersebut tiga tahun lalu, dia mengenal TS sebagai ahli bekam. Bahkan, Ehan pernah dipijit oleh TS.

"Memang kesehariannya jarang ngobrol. Kalau mijit juga diam saja, karena pakai cadar. Sekali pijat paling Rp 50 ribu, pernah cerita sehari bisa mimijat sampai empat orang. Uangnya dikirim untuk ibunya yang di Ciamis, katanya sakit lumpuh," ucap Ehan.

Cici Komariah, yang juga istri Ketua RW 10, mengatakan, TS kerap membeli soto ditempatnya setiap sore. TS dikenal supel meskipun jarang berada di kontrakan.

"Istrinya tukang pijit, tetapi kalau ditelpon bilangnya lagi di luar kota. Saya kenal istrinya karena suka beli soto. Kemarin sore saja istrinya beli soto di tempat saya, katanya suami di suka soto buatan saya," ucap Cici.
Ketua RW. 10 Samsudin mengatakan, keluarga yang diamankan Tim Densus 88 dikenal sering berpindah-pindah, namun masih di Kampung Padasuka. TS diketahui sebagai Warga Kota Banjar, sementara HG merupakan warga Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang.

"Sebelumnya di RT 2, lalu pindah di RT.4, setelah nikah baru pindah di RT 3. Tadinya suaminya kerja di BKL, tetapi baru keluar setelah lebaran. Kalau istrinya buka alternatif bekam, dan jual obat herbal," ucap Samsudin.

Menurut Samsudin, tidak ada warga yang curiga adanya penangkapan keluarga tersebut. Namun, kecurigaan Samsudin muncul saat beberapa mobil sudah berjaga sejak Rabu, 14 Desember 2016 malam.

"Aktivitas keluarga itu masih biasa saja kemarin, pagi-pagi suka jemur pakaian di depan. Saat diamankan juga tidak ada perlawanan," kata Samsudin.

Selain mengamankan keluarga tersebut, Tim Densus juga mengamankan beberapa barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas teror. Samsudin yang mengikuti jalannya penggledahan menyebutkan, barang yang diamankan berupa dokumen HG dan suaminya seperti sertifikat, buku, dan dokumen lainnya. Namun, Samsudin mengaku kurang tahu persis, buku dan dokumen apa yang diamankan, karen sudah dimasukkan dalam kantong oleh tim Densus.

Selain dokumen, turut diamankan pula sebuah satu set rompi yang diduga rompi anti peluru. Berdasarkan pengamatan Samsudin, rompi tersebut terdiri dari empat lapis, dan terpasang dua kabel hitam di rompinya. Densus juga mengamankan sepeda motor milik HG dalam pengamanan tersebut.

Sumber: Pikiran Rakrat
Konsultan HRD

Related

INFO JABAR 3092819743385826899

Posting Komentar

emo-but-icon

Random News

AD BANNER

HOT INFO

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item