program asuransi usaha tani padi (AUTP) wilayah Ciamis, Lindungi Petani Dari Gagal Panen

PotretKawungLarang-PKL-Ciamis.program asuransi usaha tani padi (AUTP) wilayah Ciamis, Lindungi Petani Dari Gagal Panen. Program asuransi untuk petani yang gagal panen tatar galuh Ciamis diajukan untuk kawasan persawahan seluas 5.000 hektar. Asuransi gagal panen yang dicanangkan oleh pemerintah pusat mulai diberlakukan mulai masa tanam 2015 yang diperkirakan dimulai pada bulan November 2016.

"Sesuai dengan arahan, asuransi gagal panen tahap pertama, kami mengajukan penjaminan persawahan seluas 5.000 hektar. Untuk petama kali hanya persawahan di 10 kecamatan. Asuransi tersebut, khusus untuk yang gagal panen," kata Kepala Dinas Pertanian dan tanaman pangan kabupaten Ciamis, Kustini,

Foto PotretKawungLarang: (PKL)
Didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Tini Lastiniwati, dia mengatakan, bahwa tidak semua areal persawahan dapat dijaminkan asuransi. Beberapa kriteria persawahan gagal panen itu, disebabkan karena musim kemarau berkepanjangan, bencana alam (banjir, longsor) serta akibat serangan organisme pangganggu tanaman (OPT).

Persyaratan lain lahan atau persawahan yang tanaman padinya dapat diasuransikan, lanjutnya, lahan atau areal sawah yang mendapat pengairan dari saluran irigasi atau pengairan teknis. Dengan demikian, lanjutnya, hal tersebut beklum mencakup persawahan tadah hujan.

"Syarat lainnya adalah tingkat kerusakannya minimal 70 persen, serta ada batas minimal persawahan yang mengalami gagal panen. Demikian pula, untuk serangan hama harus hama yang dominan, serangan burung tidak berlaku. Soal apakah nantinya akan ada perubahan persyaratan untuk pengajuan klaim, kami masih menunggu aturan dari pusat," tuturnya.

Kustini mengatakan bahwa sebelum dilakukan perjanjian asuransi, ada tim khusus dari pihak penjamin yang akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Demikian pula untuk menetukan apakah sawah yang gagal panen tersebut dapat penggantian atau tidak, melalui tinjauan langsung.

"Jadi ada tim khusus yang melakukan verifikasi. Kami tidak ikut dalam penilaian menyangkut kriteria mendapat kalim atau tidak," kata Kustini.

Sesuai ketentuan, lanjutnya, klaim asuransi sebesar Rp 6 juta per hektar. Sedangkan premi yang harus dibayar sebesar Rp 180.000 per hektar di satu musim tanam. Premi tersebut, sebesar 80 persen atau Rp 144.000 ditanggung atau disubsidi oleh pemerintah, sedangkan petani hanya 20 persen atau Rp 36.000.

Sementara itu Kabid Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Ciamis, Tini Lastiniwati mengungkapkan bahwa asuransi tersebut mulai berlaku pada masa tanam mendatang. Diperkirakan musim tanam di wilayah Ciamis akan seremtak berlangsung pada bulan November 2015.

"Beberapa wilayah seperti di Kecamatan Sukamantri dan Cihaurbeuti saat ini petani sudah mulai tanam, karena banyak sumber air. Sedangkan lainnya hinggmundru selama 1 bulan," katanya.

Terpisah Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Apilin menyatakan bahwa asuransi untuk persawahan yang gagal panen, merupakan salah satu terobosan membantu meringankan beban petani. Alasannya, karena petani masih tetap memiliki harapan tidak mengalami kerugian besar, meski gagal panen.

"Memang ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk klaim asuransi padi. Jaminan tersebut sekaligus juga dapat memacu semangat petani menanam padi," katanya.

Dia menambahkan, bahwa untuk memermudah serta menyesuaikan persyaratan luas persawahan yang dapat diasuransikan, petani harus berkelompok atau menjadi anggota kelompok tani. Persoalan lainnya, petani hanya memiliki persawahan kurang dari 1 hektar, padahal, yang bisa diasuransikan persawahan minimal seluas 1 hektar.

"Asuransi juga ada untung dan ruginya. Apabila tenaman gagal panen dan memenuhi kriteria, akan mendapat klaim, sebaliknya, jika tetapi tidak sesuai persyaratan, tidak bisa klaim. Demikian pula jika hasil panen bagus, maka tidak ada klaim," kata Pipin Arif Apilin.

Sumber: Pikiran Rakyat
Konsultan HRD

Related

Info (K-L) 3207851817790495070

Posting Komentar

emo-but-icon

Random News

AD BANNER

HOT INFO

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item