Jadi Ikon Wisata Baru, Jembatan Jaya Perkasa Sodongkopo Pangandaran Ramai Diserbu Wisatawan
https://www.kawunglarang.com/2026/07/jembatan-jaya-perkasa-sodongkopo-pangandaran.html
![]() |
| Pemandangan dari dalam area Jembatan Jaya Perkasa Sodongkopo, Pangandaran, yang ramai dilewati kendaraan wisatawan saat sore hari. (Foto: Pantauan Tim KawungLarang) |
KAWUNGLARANG.COM - PANGANDARAN, Sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran kian bergeliat seiring hadirnya infrastruktur estetis di jalur lintas pesisir selatan. Salah satu titik yang kini tengah menjadi pusat perhatian dan magnet liburan bagi para wisatawan lokal maupun luar daerah adalah Jembatan Jaya Perkasa, atau yang sebelumnya akrab dikenal sebagai Jembatan Sodongkopo.
Jembatan megah sepanjang 140 meter dengan desain pelengkung baja putih tanpa pilar ini sukses memangkas waktu tempuh dari arah Nusawiru menuju Pantai Batukaras menjadi jauh lebih ringkas. Tak sekadar berfungsi sebagai jalur konektivitas harian, kemegahan arsitektur jembatan yang membentang di atas Sungai Cijulang ini bertransformasi menjadi objek wisata swafoto baru yang sangat digemari.
![]() |
| Deretan kendaraan wisatawan tampak terparkir di bahu jalan menjelang masuk ke area Jembatan Jaya Perkasa Pangandaran saat momen matahari terbenam. (Foto: Pantauan Tim KawungLarang) |
Infrastruktur ikonik yang menyambungkan Desa Kondangjajar dengan Desa Batukaras ini dibangun menggunakan total anggaran sebesar Rp121,4 miliar. Seluruh pembiayaan mega proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat. Total durasi pengerjaan jembatan pelengkung ini memakan waktu sekitar 2,5 tahun sejak peletakan batu pertama pada 9 Juli 2023, sempat mengalami penundaan target pada 2024, hingga akhirnya rampung total dan fungsional penuh.
Berdasarkan pantauan dari rekaman video amatir warga di lapangan, momentum liburan akhir pekan memperlihatkan antusiasme pengunjung yang luar biasa. Banyak pengendara roda dua maupun roda empat sengaja menepi dan berhenti sejenak di area pedestrian serta lahan parkir yang tersedia untuk menikmati embusan angin laut sekaligus mengabadikan pemandangan panorama alam sekitar.
Ramainya aktivitas kunjungan ini membawa berkah tersendiri bagi roda perekonomian lokal. Kehadiran para pelaku usaha kecil, mulai dari pedagang kopi keliling, kudapan ringan, hingga rumah makan olahan laut baru, tampak mulai menjamur di sisi sebelum dan sesudah area jembatan, menghidupkan suasana kawasan pesisir ini hingga malam hari.
Bagi Baraya yang sedang merencanakan liburan akhir pekan ke arah pantai selatan Jawa Barat, kawasan ikonik baru ini tentu menjadi salah satu daftar destinasi yang wajib untuk disinggahi. (Eman)





