Brigade Infanteri Para Raider 17/1 Kostrad Kuasai Beladiri Dengan Double Stick

PotretKawungLarang-PKL, Tak dapat dipungkiri bahwa prajurit Kostrad memiliki kemampuan beladiri yang mumpuni. Selain piawai dalam penguasaan beladiri tangan kosong, prajurit Kostrad juga ahli menggunakan alat beladiri seperti Double Stick. Double Stick juga menjadi ciri dari Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI ini.

Double Stick yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan istilah "Ruyung", bagi jajaran Brigade Infanteri Para Raider 17/1 Kostrad yang mencakup tiga batalyon:Yonif Para Raider 305/Tengkorak (Karawang,Jawa Barat); 2. Yonif Para Raider 328/Dirgahayu (Cilodong,Kota Depok, Jawa Barat) dan 3.Yonif Para Raider 330/Tri Dharma (Cicalengka, Kabupaten Bandung,Jawa Barat), merupakan senjata yang cukup efektif melakoni pertempuran jarak dekat untuk mempertahankan diri.


“Didalam pertempuran perorangan, perkelahian perorangan, kita mempunyai kemampuan selain beladiri kita juga harus mampu mempermainkan double Stik. Tujuan awalnya adalah setiap prajurit Kostrad harus mampu melaksanakan defense atau pertahanan", ujar Danbrigif Linud 17, Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan, kepada PKL di Cijantung.

Kemampuan penguasaan 'Ruyung' dijajaran Kostrad, sambung Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan, selalu diasah tiap hari. "Setiap hari usai apel pasukan, seluruh personil melakukan latihan rutin menggunakan alat bela diri asal Jepang ini".

Sementara tujuan pokok penguasaan double Stick, menurut Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan adalah bentuk olah pertahanan diri prajurit. "Setiap prajurit harus mampu melaksanakan defence atau pertahanan diri".

Danbrigif menambahkan, pertahanan itu bermula dari pribadi dulu, sebelum ke unit. Jadi diawali dari kemampuan perorangan dituntut penguasaan bela diri, menembak,  dan ditambah menggunakan Double Stick. Sementara orientasi menggunakan Double Stick karena alat beladiri  ini bukanlah kategori senjata tajam, ucap Danbrigif.
Keseimbangan Otak Kiri dan Kanan

Penggunaan Double Stick di jajaran sekelas Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI, hanya digunakan jajaran Brigade Infanteri Para Raider 17/1 Kostrad. Tentunya senjata ini selalu terselip dipinggang setiap personil Kostrad.

Beberapa personil Kostrad yang piawai menggunakan Double Stick (DS),  seperti Letda Inf. Rahman Nur Rumagia, Danton SMS Yonif Raider 328 Digahayu, dan Praka Inf.Irawan mengatakan, ada beberapa manfaat belajar DS, seperti menjaga keseimbangan Otak Kiri dan Otak Kanan. Selain itu, menguatkan otot lengan, serta skill ketahanan tumbuh akan meningkat, tutur Rahman Nur Rumagia sambil mempertontonkan kepiawaian menggunakan Double Stick. (e/PKL).
Konsultan HRD

Related

INFO JABAR 779524780073081892

Posting Komentar

emo-but-icon

Random News

AD BANNER

HOT INFO

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item