Ternyata eh Ternyata, Puluhan Pengikut Dimas Kanjeng Berasal Dari Kota Tasik

PotretKawungLarang-PKL, Tasikmalaya,Ternyata eh Ternyata, Puluhan Pengikut Dimas Kanjeng Berasal Dari Kota Tasik, Dua puluh lima warga Kota Tasikmalaya diduga menjadi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Puluhan warga Kota Tasikmalaya tersebut berada di Padepokan Dimas Kanjeng, di Probolinggo, Jawa Timur. Mereka menunggu pengembalian uang yang mereka serahkan kepada Dimas Kanjeng.

Kepala Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Deny Diana, mengatakan berdasarkan hasil penelusuran di lapangan dan informasi dari Polres Probolinggo, pengikut Kanjeng Dimas asal Kota Tasikmalaya mencapai 25 orang.



"Semuanya dipastikan bertahan di Padepokan milik Kanjeng Dimas di Probolinggo. Mereka berharap uang yang diserahkan untuk digandakan bisa kembali. Polisi mengimbau mereka untuk pulang, tapi mereka memilih bertahan," kata Deny, di Mapolresta Tasikmalaya, Rabu (12/10/2016).

Dua warga Kampung Pasanggrahan, Kelurahan/Kecamatan Indihiang, yang masih ada hubungan kerabat, termasuk dari puluhan warga Tasikmalaya yang diduga jadi pengikut Kanjeng Dimas.

Dua warga Pasanggrahan, Indihiang tersebut, berinisial AR dan AM. menurut sumber TribunJabar yang datang ke rumahnya, pihak keluarga AR dan AM mengatakan keduanya sedang merantau.

"Sedang merantau ke luar kota, mencari nafkah buat keluarga," kata kerabat AR dan AM yang enggan disebutkan namanya.


Saat dikonfirmasi keberadaan AR dan AM di Padepokan Kanjeng Dimas, di Probolinggo, kerabab AR dan AM tersebut menolak memberikan penjelasan.

Pengikut Kanjeng Dimas asal Kota Tasikmalaya ini, lanjut Deny, ada yang perorangan maupun keluarga. "Dari data yang ada, usia mereka antara 20 sampai 55 tahun, berasal dari sejumlah wilayah Kota Tasikmalaya. Kami terus berkoordinasi dengan aparat setempat," ujarnya.

Menurut Deny, para korban yang berasal dari Kota Tasikmalaya kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah. Uang yang mereka setorkan ke Kanjeng Diman, kata Deny, berkisar Rp 3-16 juta per orang.

"Namun bagi mereka uang tersebut sangat berarti sehingga tetap bertahan di padepokan dengan harapan uang mereka dikembalikan. Di antara mereka ada yang tetap percaya akan kesaktian Kanjeng Dimas,". (stf) TribunJabar
Konsultan HRD

Related

INFO JABAR 2702343341791047374

Posting Komentar

emo-but-icon

Random News

AD BANNER

HOT INFO

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item