Ciamis Kekurangan Dokter, Pelayanan Kurang Maksimal

PotretKawungLarang-PKL-Ciamis.Ciamis Kekurangan Dokter, Pelayanan Kurang Maksimal. Jumlah tenaga kesehatan dan medis di tatar galuh Ciamis masih jauh dari ideal. Akibat masih kekurangan dokter umum, spesialis maupun tenaga kesehatan lain, pelayanan tidak maksimal.

"Saat ini tidak semua Puskesmas memiliki dokter spesialis gigi. Dari 37 Puskesmas, jumlah dokter umum hanya 48, sedangkan idealnya 51 orang. Jadi masih kekurangan dokter," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Ciamis, Engkan Iskandar, Senin, 24 Oktober 2016.

ilustrasi
Dia mengatakan, apabila mengacu pada Permenkes nomor 75 Tahun 2014, idealnya jumlah dokter gigi di Puskesmas Ciamis sebanyak 37 orang. Akan tetapi saat ini yang ada hanya 13 dokter gigi.

"Kenyataan di lapangan, juga perbandinghan atau rasio jumlah dokter dengan jumlah penduduk masih ada ketimpangan jauh. Mengacu pada Indonesia sehat 2010, rasio dokter dengan jumpah penduduk adalah 1: 5.000," tuturnya.

Lebih lanjut Engkan mengatakan, adanya kekurangan tersebut dokter umum maupun dokter spesialis, mengakibatkan pelayanan masyarakat menjadi terhambat. Salah satu upaya untuk mengatasi persoalan tersebut, adalah menambah jumlah sumber daya manusia.

"Apalagi Puskesmas merupakan pusat pelayanan kesehatan primer. Dengan keterbatasan tersebut, dokter juga tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk pasien. Saya juga percaya dokter tetap akan memberikan yang terbaik untuk pasien," ujarnya.

Pada bagian lain , Kepala DKK Ciamis Engkan Iskandar menambahkan adanya kekurangan tenaga medis. Tenaga kesehatan masyarakat hanya 27 orang, padahal idealnya 38 orang. Tenaga bidan sebanyak 289, idealnya mencapai 455 orang. Demikian pula tenaga kesehatan lingkungan, baru ada 27 orang, sedangkan kebutuhan mencapai 37 orang.

"Kami sudah mengajukan usul penambahan tenaga ke pemerintah pusat maupun Provinsi Jabar. Selain itu juga melalui peningkatan Puskesmas menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), sehingga dapat mengangkat tenaga kesehatan mandiri," katanya.

Terpisah Kepala Bidang Pelayanan RSUD Ciamis, Rizali Sofyan juga mengungkapkan rumah sakit pemerintah tersbeut juga masih kekurangan tenaga dokter spesialis. Dokter anak yang seharusnya 3 orang, hanya ada 1. Dokter penyakit dalam hanya ada 2, masih kurang 1.

"Untuk menutupi kekurangan tenaga ahli tersbeut, kami bekerjasama dengan Unpad. Salah satunya menyangkut tenaga residen spesialis," ungkapnya.

Sumber: Pikiran Rakyat
Konsultan HRD

Related

INFO JABAR 7117726423546262979

Posting Komentar

emo-but-icon

Random News

AD BANNER

HOT INFO

Hubungi kami

Nama

Email *

Pesan *

Jumlah Pengunjung

item